Selasa, 07 Agustus 2018

Daily Activity Indonesian Version Minggu Pertama

Halo gaes di hari kedua ini saya kembali membuat tartlet tapi yang berbeda adalah dengan filling yang berbeda yaitu Orange Filling, Step dan pembuatan nya sebagai berikut.

Sugar Dough/Tart

-300 gr tepung terigu

-2 tbsp susu bubuk

-160 gr butter

-2 pcs telur

-1/4 tsp garam

-2 tbsp gula bubuk






Cara membuat:
1. masukkan flour, milk powder, garam, dan gula lalu aduk sampai tercampur rata dengan menggu nakan teknik rubbing.

2. setelah tercampur rata masukkan butter.

3. kemudian yang terakhir masukkan telur.

4. setelah itu roll adonan dengan ketebalan  0,5 mm lalu masukkan dalam chiller selama 15 menit

5. cetak adonan menggunakan cetakan pie lalu bake selama 10 menit.

6. setelah itu olesi dengan eggwash lalu bake kembali selama 5 menit.

7. masukkan filling lalu simpan di chiller.


Orange Filling

-4 pcs egg
-4 pcs egg yolk
-250 gr sugar
-100 ml lemon jc
-200 ml orange jc
-80 gr orange zest
-1 pcs lemon zest
-180 gr butter



Garnish:

-Whipped cream
-Orange slice

Daily Activity English Version Minggu Pertama

Assalamualaikum wr.wb in Semester 5 im back to campus and for this semester we gonna learn about pastry bakery. For this semester there are so many things that we have to do, for example like we have to make a dish or we called it personal cooking, steward that would be lottery every day, expalined about food material in a power point, etc.

And for today im gonna make Tarlet, and there is a story about Tarlet.
Tart can be translated into cake or tart, because the two are the same except the Pie which usually covers the cake itself while Tart leaves it open.
Tart is thought to come from the tradition of laying food, or being a cake-making product in the Middle Ages. estimated to be first used in 1550, about 200 years after pie. in this period, they were seen as popular cuisine among the nobility, in contrast to the views of ordinary people. although initially savory with meat content, culinary tastes make this cake replaced with many sweet and sweet fruit and pudding.
Source: https://en.wikipedia.org/wiki/Tart


Ingredients Sugar Dough:
- 300 gr flour
- 2 sdm milk powder
- 160 gr Butter
- 2 pcs egg
- 1 Pinch Garam
- 1 sdm Gula






Filling Tart/Cheese Cake
- 600 gr Creme Cheese
- 100 gr Sugar
- 2 tblsp Flour
- 2 pcs Whole Egg
- 2 pcs Egg Yolk
- 80 gr Heavy Cream
- 2 tsp Lemon Zeist



Frosting
- 160 gr Heavy Cream
- 20 gr Symple Syrup
- 6 gr Gelatine
- 2 tsp Biji Selasih


Steps how to make Cheese Tarlet:
- For make sour dough we used Straight Dough Method, first step is you must be mix all dry ingredients and until well mixed then add the wet dough.
- After the dough is ready, roll the dough with rolling pin until the dough becomes thin and then put the dough in the chiller, rest the dough in 10minutes.
- After that, brush the dough with egg wash (eggyolk+milk) and stick the dough using a fork
so that the mixture does not bubble when we baked it. Dont bake it too long because we just need it half cooked because we must add the filling in the dough.
- For make the Filling, first step is mixed the cream cheese and sugar used HandMixer, after that add the eggs, and then add the heavy cream and mixed until fluffy, and the last step is add the flour and lemon zest and mixed until well mixed.
- For the frosting the first step is boli the Heavy cream, sympel syrup, and gelatin. 



Famous Food Minggu Pertama (Tahu Sumedang)

Asal kata Menurut Ong Yoe Kim, tokoh tahu Sumedang, "tahu" berasal dari bahasa Mandarin dòufu (豆腐) dibaca tou-fu atau tāu-hū oleh orang Hokkian.

 
- Kreativitas
Bermula dari kreativitas yang dimiliki oleh imigran Cina, Ong Kino dan istrinya yang menjadi perintis untuk memproduksi tahu di Sumedang yang awalnya dibuat dari kedelai lurik yang mirip telur puyuh. Tahun demi tahun, Ong Kino beserta istrinya terus menggeluti usaha mereka hingga sekitar tahun 1917, dan anak tunggal mereka bernama Ong Bung Keng untuk melanjutkannya. Ong Bung Keng kemudian melanjutkan usaha keduaorangtuanya yang memilih kembali ke tanah kelahiran mereka di Hokkian, Republik Rakyat Tiongkok.
Melalui generasi Ong Bung Keng yang terus melanjutkan usaha yang diwariskan dari kedua orang tuanya hingga akhir hayatnya di usia 92 tahun. Di balik kemasyhuran tahu Sumedang ada pula kisah seperti yang diceritakan cucu dari Ong Kino, Suryadi. Sekitar tahun 1928, konon suatu hari tempat usaha sang kakek buyutnya, Ong Bung Keng, didatangi oleh Bupati Sumedang, Pangeran Soeria Atmadja yang kebetulan tengah melintas dengan menggunakan dokar dalam perjalanan menuju Situraja, Sumedang. Kebetulan, sang pangeran melihat seorang kakek sedang menggoreng sesuatu. Pangeran Soeria Atmadja langsung turun begitu melihat bentuk makanan yang amat unik serta baunya yang harum. Sang bupati, Pangeran Soeria Atmadja kemudian bertanya kepada sang kakek, "Maneh keur ngagoreng naon? (Kamu sedang menggoreng apa?)". Sang kakek berusaha menjawab sebisanya dan menjelaskan bahwa makanan yang ia goreng berasal dari tahu. Karena penasaran, sang bupati langsung mencicip satu. Setelah mencicipi, bupati secara spontan berkata dengan wajah puas, "Enak benar masakan ini! Coba kalau kamu jual, pasti laris!". Tak lama setelah kejadian ini, tahu digemari oleh penduduk Sumedang dan kemudian sampai ke seluruh Indonesia.

-Perbedaan dengan tahu biasa
Tahu ini setelah digoreng dengan bumbu yang sama, menghasilkan bentuk yang berbeda dari tahu goreng biasanya. Koagulan yang dipakai adalah sisa dari penggumpalan tahu, disebut larutan biang yang disimpan selama 2–3 hari, yang prosesnya menggunakan asam cuka. Tahu ini bisa mengalami perubahan rasa setelah beberapa jam dibeli jika dibuat secara tradisional, kedelai asli tanpa pengawet. Rasa gurih berubah menjadi asam, kulit yang garing menjadi liat. Tapi ini dapat disiasati dengan penyimpanan di kulkas. Penggorengan yang tepat yaitu dalam minyak yang panas / menguap, api besar, daya muat penggorengan, serta jumlah tahunya.

“Ketika leluhur orang Tionghoa datang ke Indonesia, mereka bukan bawa agama sebagai orang Arab atau orang Barat. Tetapi, mereka bawa makanan yang lambat laun menjadi makanan rakyat Indonesia jelata.” Penggalan kalimat ini disampaikan oleh Kwee Kek Beng dalam prasarannya berjudul ‘Sumbangsih Apakah yang Dapat Diberikan oleh Warganegara Indonesia Keturunan Asing kepada Pembinaan Kebudayaan Nasional Indonesia? '.
Kalimat tersebut lantas diperkuat oleh Pramoedya Ananta Toer dalam Hoakiau di Indonesia. Walaupun bangsa Barat ke Indonesia membawa keju dan mentega, kepopulerannya tak bisa menandingi makanan Tionghoa nan murah seperti tahu, takwah, kecap, bakmi, teh, taoco, sayur asin dan sebagainya. Tutur Pramoedya.
Sebagai salah satu makanan khas Tiongkok, tahu memiliki sejarah tersendiri di bumi nusantara. Istilah tahu terdiri dari dua suku kata Tionghoa yakni tao/teu yang berarti kacang kedelai dan hu berarti hancur. Menurut sejarawan JJ Rizal, tahu disajikan orang Tionghoa di nusantara pada abad ke-10. Namun terbatas di kalangan elit. Ungkapnya seperti dilansir Historia.id.
Menginjak abad ke-19, warga pulau Jawa dilanda kelaparan dan kekurangan gizi akibat cultuurstelsel (Tanam Paksa). Sumber pangan mulai sulit, saat itulah tahu muncul sebagai pangan alternatif. Dan tahu menjadi penyelamat krisis orang Jawa dari masa krisis asupan gizi.  Kini, keberadaan tahu menjadi makanan merakyat. Bahkan menjadi sebuah ikon khas dari salah satu kota di Jawa Barat, Sumedang. Kemasyhuran tahu sumedang sudah tak asing lagi bagi kita semua.
Rahasia Dapur Tahu Sumedang
Tahu seolah menjadi identitas bagi kota Sumedang. Perkembangannya tak bisa dilepaskan dari sejarah keberadaan imigran Tionghoa bernama Ong Kino. Sam Setyautama dalam bukunya Tokoh-Tokoh Etnis Tionghoa menuliskan jika niat awal Ong Kino membuat tahu awalnya untuk menyenangkan istrinya. Ketika teman-temannya mencoba dan dirasa enak, muncullah ide Ong Kino untuk menjajakan tahu itu di Sumedang.
Pada suatu ketika, kemasyhuran rasa tahu buatan Ong Kino ini sampai di telinga Pangeran Situraja. Sang pangeran lantas mampir ke tempat pembuatan tahu Ong di Tegal Kalong. Sesampai disana, Pangeran Situraja menilai tahu itu akan laku keras dan disukai banyak orang. Bak mantra manjur, tahu olahan Ong Kino menjadi primadona kota yang berjarak 45 kilometer dari Bandung ini.
Hingga kini, banyak orang bertanya-tanya apa rahasia dibalik kelezatan tahu legendaris tersebut. Ada yang menyebut kandungan air di daerah Sumedang yang beda seperti mata air panas, mata air rasa asin, dan maa air rasa asam di blok sawah Cipanas. Tak cukup sampai disitu, ternyata ada rahasia lain dibalik proses pembuatannya. Berikut 7 diantaranya yang dikutip dari buku Indonesia Poenja Tjerita.

Bahan baku tahu Sumedang menggunakan kedelai lokal. Walaupun lebih kecil namun dipercaya memiliki cita rasa lebih lezat daripada kedelai impor.
Pembuatan tahu Sumedang juga dipengaruhi oleh kandungan air daerah tersebut yang mengandung banyak mineral seperti kalsium. Kandungan inilah yang dipercaya membuat tahu lebih kenyal dan awet walau tanpa bahan pengawet buatan.
Sebelum diolah menjadi tahu, kedelai direndam selama lima jam. Jika melebih waktu lima jam maka rasa akan berubah.
Yang tak kalah penting lagi adalah kebersihan mesin penggiling dan peralatan. Karena sari kedelai yang tertinggal di dalam mesin akan membuat tahu menjadi asam.
Percampuran cukai dengan sari kedelai dilakukan sedikit demi sedikit sembari diaduk, tak dilakukan secara sekaligus. Hal ini akan membuat sari kedelai menggumpal sempurna.
Beda dari yang lain, tahu Sumedang tidak menggunakan bahan pengawet buatan.
Penggorengan dilakukan dengan menggunakan minyak baru dan berlimpah pada suhu paling tinggi. Minyak tersebut tak digunakan berulang-ulang. Dulu, proses penggorengan dengan minyak kacang. Kini karena semakin sulit dan mahalnya minyak kacang maka diganti dengan minyak goreng.
Itulah beberapa rahasia dibalik tahu Sumedang yang terkenal akan kelezatannya. Indonesia memang kaya akan asimilasi budaya, termasuk budaya kuliner. Jika dulu tahu dikenal sebagai makanan khas Tiongkok penyelamat kekurangan gizi, kini keberadaannya di Indonesia telah menjadi bagian dari khazanah budaya kuliner bangsa. Dan, sudah sepatutnya kita sebagai generasi penerus menjaga dan melestarikannya.

Sumber :
Sejarah RI. 2016. Indonesia Poenja Tjerita. Yogyakarta : Bentang Pustaka
Pramoedya Ananta Toer. 1998. Hoakiau di Indonesia. Jakarta : Garba Budaya
Rahadian Rundjan. Sejarah Tahu, Tahu Sejarah. http://historia.id/kuliner/sejarah-tahu-tahu-sejarah

Describes Some Ingredients Minggu Pertama

Assalamualaikum wr.wb. Di page ini saya akan mendekripsikan beberapa bahan bahan yang dimana saya akan post seminggu sekali, tanpa basa basi ayok kita simak!

1. Jeruk Nipis
Jeruk Nipis berbentuk bulat dengan warna hijau ke kuning kuningan. permukaannya lebih halus dan mengkilap dibandingkan jeruk lainnya. Dinamakan Jeruk nipis karena kulit nya yang sangat tipis.
Semua buah jeruk menyimpan pektin yang membersitkan aroma sengir dari daun sampai kulitnya. rasa dan aromanya tersimpan di dalam ribuan gelembung sari buah yang terbungkus rapi dalam kantong atau ulas. satu buah jeruk terbentuk dari 6 sampai 10 ulas jeruk.

Buah jeruk nipis mengandung lebih dari 90 persen air dari beratnya. isinya sarat dengan sari buah dan sedikit asam sitrat penghasil rasa kecut yang dua kali lebih kuat dari sitrun. rasanya kecut cenderung pahit karena mengandung kadar vitamin C yang tinggi. saking kecutnya, air perasan jeruk nipis dapat melengkapi aroma daun daunan.

Daerah Asal, Keluarga Jeruk, termasuk limau. tumbuh di kawasan india hingga ke australia saat daratan asia dan australia masih menyatu, yaitu sekitar 20 juta tahun yang lalu. keluarga tumbuhan ini diawali dengan jeruk pamelo, jeruk sukade, jeruk keprot, dan jeruk nipis. dari keempat jeruk tersebut, jeruk nipis adalah jeruk yang berasal dari indonesia lalu di budayakan di kawasan tiongkok dan india. kini jeruk nipis terdapat dalam masakan peranakan tionghoa dan india di hampir seluruh daerah di nusantara.
Persilangan antara jeruk nipis dan ketiga jeruk ini akhirnya menghasilkan limau, keruk purut, jeruk sundai, dan sitrun, yang kini hadir dalam berbagai masakan indonesia.























Nama Ilmiah : Citrus Aurantifolia
Nama Lain    : Jeruk Nipis, Jeruk Asam
Masakan       : Aneka Ikan, Satai Udang, Sup, Soto, Tuturuga
Bahan Pasangan : Ikan, Udang
Bumbu Pasangan : Segala Jenis Bumbu

2. Belimbing Wuluh
Belimbing Wuluh Diduga berasal dari daerah maluku, namun penggunaanya lebih umum ditemukan dalam masakan sumatra seperti gulai ikan dan sambal dari aceh serta pangkek ikan dari padang.
Belimbing Wuluh yang dikeringkan di bawah terik matahari dan dikenal sebagai asam sunti umum ditemukan dalam masakan aceh. sedangkan daunnya digunakan dalam resep jukut daun belimbing dari bali dan ebatan dari lombok.
Buah Belimbing Wuluh sangat berair dan terasa sangat kecut. saking kecut nya, buah ini hampir tidak bisa dimakan mentah mentah.


Nama Ilmiah : Averrhoa Blimbi
Nama Lain    : Belimbing Wuluh, Bulah, Asem, Botai, Kerbol, Silemeng Asam, Asam Beliwit, Calincing, Libi, Limbi, Malibi, Balibi, Balimbeng, Balerang, Lembetue, Dll.
Masakan       : Pangek, Gulai Ikan, Sayur Asem
Bahan Pasangan : Ikan
Bumbu Pasangan : Santan

3. Limau
Ukuran Limau adalah yang paling kecil di antara jenis jeruk lainnya. buahnya berkulit kencang dan permukaan nya agak kasar. warna hijau ke kuning kuningan, menandakan buah yang masih muda, masih banyak mengandung air dan terasa kecut cenderung pahit, di dalam buah nya buah nya terdapat biji yang terasa pahit.
umum nya limau digunakan untuk meningkatkan aroma kuah daging atau sambal, selain untuk memasak, buah ini juga mengarumkan air cuci tangan.
Limau dibudidayakan di daerah jawa, namun banyak ditemukan dalam masakan daerah bali dan lombok.

 
Nama Ilmiah : Citrus Amblycarpa
Nama Lain    : Limo, Jeruk Limau, Jeruk Sambal, Jeruk Pecel
Masakan       : Lawar, Plecing, Satai Bali, Sup Kaki Betawi
Bahan Pasangan : Segala jenin Bahan
Bumbu Pasangan : Minyak, Cabai Rawit, Terasi

Okay itulah beberapa postingan untuk malam ini, semoga bermanfaat dan Terima Kasih.

Senin, 06 Agustus 2018

Equipment And Utensils Minggu Pertama

1. Deep Fat Fryer adalah suatu alat untuk menggoreng dengan menggunakan minyak goring yang cukup banyak. Sumber panas dapat diatur dengan menggunakan system thermostat sesuai dengan yang diinginkan, yaitu bervariasi  antara 90 c sampai 220 c. Deep Fat Fryer pada umumnya digunakan untuk  menggoreng makanan.

2.
Oven adalah suatu alat yang khusus digunakan untuk membakar (baking) atau memasak (cooking) dengan panas dari atas  bawah.

3. Range Tops adalah alat memasak dengan sumber panas yang dihasilkan dari gas, listrik. Suatu alat (kompor) yang digunakan untuk memasak dengan dikomninasikan dengan oven
 

Daily Activity Indonesian Version Minggu Pertama

Assalamualaikum wr.wb. Semester 5, Di semester ini saya kembali ke campus dan untuk materi 1 semester ini adalah pastry bakery. pada hari ini hari pertama saya masuk dan tugas udah numpuk aja. di semester ini ada beberapa bagian tugas yang harus dikerjakan yaitu seperti membuat beberapa makanan yang akan dipersentasikan, steward yang akan diundi setiap hari, menjelaskan bahan yang akan kita persentasikan dalam bentuk power point.
Dan hari ini yang pertama saya kerjakan adalah membuat Tartlet dan sedikit cerita dari tart itu sendiri, Mari simak guys.
Tart dapat diterjemahkan menjadi kue atau tart, karena kedua nya sama kecuali Pie yang biasanya menutupi isian kue itu sendiri sementara Tart membiarkannya terbuka.
Tart dianggap berasal dari tradisi melapis makanan, atau menjadi produk pembuatan kue di abad pertengahan. diperkirakan pertama kali digunakan pada 1550, sekitar 200 tahun setelah pai. pada periode ini, mereka dipandang sebagai masakan populer dikalangan bangsawan, berbeda dengan pandangan rakyat jelata. meskipun awalnya gurih dengan isi daging selera kuliner menyebabkan kue ini banyak diganti dengan buah dan puding yang manis manis.
Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Tart
Adapun beberapa Ingredient untuk membuat Tart itu Sendiri, Mari Simak Guys!


Tart
- 300 gr Tepung Terigu
- 2 sdm Susu Bubuk
- 160 gr Butter
- 2 btr Telur
- 1 Pinch Garam
- 1 sdm Gula


Filling Tart/Cheese Cake
- 600 gr Creme Cheese
- 100 gr Sugar
- 2 tblsp Flour
- 2 pcs Whole Egg
- 2 pcs Egg Yolk
- 80 gr Heavy Cream
- 2 tsp Lemon Zeist



Frosting
- 160 gr Heavy Cream
- 20 gr Symple Syrup
- 6 gr Gelatine
- 2 tsp Biji Selasih

Adapun step pembuatanya sebagai berikut.
- Untuk membuat Sugar Dough nya kita menggunakan metode Straight Dough Methode yang dimana kita mencampurkan bahan bahan yang kering terlebih dahulu kemudian bahan yang Sifat nya basah.
Tepung,susu bubuk,garam,gula aduk merata setelah itu Butter masuk dan disini butter harus mencampur rata karena adonan akan turun ketika di bake jika butter tidak tercampur rata. jika semua sudah tercampur masukkan telur aduk hingga menyatu menjadi adonan. selanjutnya Rollingpin adonan tidak terlalu tebal tidak juga terlalu tipis kemudian masukkan adonan ke Chiller kita Rest adonan sekitar 10 menit lalu kita brush dia dengan egg yolk+Susu dan tusuk adonan dengan garpu supaya adonan tidak menggelembung pada saat di Bake. Jangan terlalu lama di bake karena kita hanya perlu dia setengah matang, kita finishing dia nanti bersama filling nya supaya Adonan tart dan Filling bisa Burn Merata. Pada saat di bake kita menggunakan Teknik Bain Marie di dalam oven.
- Untuk membuat Filling nya kita mix Creme Cheese dan Sugar dengar HandMixer. disela itu kita mix kuning telur dan telur utuh kemudian campur bersama Creme Cheese+Sugar dan mix lagi. Masukkan Heavy Cream dan mix dia sampai Fluffy. terakhir masukkan Flour dan Lemon Zeist aduk secara merata.
- Untuk Frosting nya sendiri kita boil Heavy Cream+Sympel syrup+Gelatin. untuk biji selasih kita rendam di air sampai dia mengembang.


Tugas kedua saya hari ini adalah saya mendapat undian steward bersama 2 orang teman saya yang dimana undian ini akan di undi 1 hari sekali.

Selasa, 31 Juli 2018

Daily Activity Trainee (2 Minggu Keduabelas)

Di minggu terakhir ini saya akan membahas beberapa kebersamaan saya bersama keluarga baru saya, dari awal training senang bisa ada disini bersama orang orang yang membantu saya dalam hal yang sangat saya senang seperti saat di dapur. 6 bulan ini banyak sekali pengalamn yang saya dapat di restaurant ini, kebersamaan saya bersama teman teman yang sudah saya anggap keluarga sendiri, membantu saya dalam hal apapun itu, dan chef yang ga pernah lelah mengajari saya selalu sabar walaupun terkadang saya selalu buat kesalahan yang ngebuat marah marah. tapi kesan nya 6 bulan disini sangat senang, banyak ngalamin perubahan yang kalau ngeliat 6 bulan lalu masih mentah aja kosong dalam ilmu, dan sekarang alhamdulillah sudah bisa lebih baik lagi dan semoga bisa kebih baik lagi.









Video About Activities in Internship Place (Minggu Keduabelas)

Describes Some Foods From Internship Place (Minggu Keduabelas)

sponge cake
sponge cake yang terbuat di wind chime hampir sama sponge cake lain namun disini kami hanya menggunakan dua layer yang dimana di berikan cokelat ganache diantara kedua layer tersebut. sedangkan penyajiannya sendiri menggunakan cokelat ganache sebagai garnish,ice cream vanilla,cocholate crumb dan berry puree... hidangan memiliki sensasi rasa manis yang balance dan sangat nikmat sebagai hidangan penutup.
 
local beef tenderloin steak

local beef tenderloin steak atau biasa dikenal dengan sebutan domestos adalah hidangan steak yang dimana menggunakan bagian dari tenderloin daging sapi local yang sebelumnya di berikan tenderizer lalu di lumuri oil lalu seasoning dengan menggunakan steak seasoning dan di grill. dan untuk side dishnya chef felix menggunakan saute chamignon mushroom beserta grilled baby corn dan disajikan dengan mushroom sc dan mashed potato. hidangan ini merupakan hidangan dengan harga terjangkau dikarenakan menggunakan tenderlon local beef but rasanya tetap edannnn.......
seared norwegian sea bass
sea bass sendiri merupakan salah satu hidangan seafood favorit di the wind chime yang dimana sea bass terlebih dahulu di seasoning menggunakan taco seasoning dan di lumuri oil lalu di seared dengan menggunakan butter,fresh rosemary dan garlic... adapun side dishnya yaitu menggunakan grilled baby carrot,grilled portobelo yang terlebih dahulu di toping dengan menggunakan sinach cream dan mozarella cheese serta di tambahkan dengan zinfandel sc dan mashed potato...
 

Describes Some Tools (Equipment or Utensils) (Minggu Keduabelas)

1.souce pan
Hasil gambar untuk gambar saute pan

Sauce Pan adalah alat masak yang terbuat dari logam, alumunium, baja dll dan berbentuk silinder atau mengecil pada bagian bawahnya. Panci bisa memiliki gagang tunggal atau dua "telinga" pada kedua sisinya dan biasanya digunakan untuk memasak air, sayur berkuah, dll. Ukuran panci biasanya dinyatakan dengan volumenya (biasanya antara 1-8 liter).

Cleansing
Cara merawat sauce pan agar tetap bersi termasuk mudah. karena cara membersihkan dan merawatnya itu dilakukan secara umum dengan menggunakan produk alat pembersih piring dan dicuci hingga bersih. Sebaiknya menggunakan saucepan yg terbuat dari staines steel karena tidak mudah berkarat dan lebih aman untuk makanan.

Cutting Board



Cutting Board adalah papan untuk menempatkan bahan pemotongan . Papan talenan dapur biasa digunakan dalam menyiapkan makanan ; Jenis lain ada untuk memotong bahan baku seperti kulit atau plastik. Papan talenan dapur sering terbuat dari kayu atau plastik dan tampil dalam berbagai ukuran dan lebar. Ada juga talenan yang terbuat dari kaca , baja , atau marmer , yang lebih mudah dibersihkan dari pada kayu atau plastik seperti nylon atau corian , namun cenderung merusak pisau karena kekerasannya. Tepi pemotongan yang kasar-seperti pisau bergerigi-abrasi dan merusak permukaan pemotongan lebih cepat daripada alat pemotong yang halus.
Cleansing
Cara merawat cutting board agar tetap bersi termasuk mudah. karena cara membersihkan dan merawatnya itu dilakukan secara umum dengan menggunakan produk alat pembersih piring dan dicuci hingga bersih.


Oven

 
Oven adalah sebuah peralatan berupa ruang termal terisolasi yang digunakan untuk pemanasan, pemanggangan (baking) atau pengeringan suatu bahan, dan umumnya digunakan untuk membakar. Tungku pembakaran dan tanur adalah oven-oven khusus, yang masing-masing digunakan untuk tembikar dan pengolahan logam

Minggu, 01 Juli 2018

Daily Activity Trainee (2 Minggu Kesebelas)

Minggu ini saya membuat roti yang berasal dari ambon yaitu ampas tarigu, saya membuat ini bersama Chef dan staff yang lain nya. Ampas terigu atau yang lebih dikenal dengan nama Ampas Tarigu ini adalah panganan yang berasal dari Indonesia Timur, lebih tepatnya Maluku-Ambon. Walaupun namanya Ampas Tarigu, namun bahannya tidak ada yang menggunakan ampas. Mungkin karena lama dijajah oleh Portugis dan Belanda yang mengambil rempah-rempah dari Indonesia Timur, ternyata memberikan dampak positif dari segi kuliner. Makanan ini merupakan asimilasi budaya antara resep roti manis dan bahan lokal disana.